Tag Archives: microsoft excel

Halaman Tiga Puluh – Persiapan Sebelum Pembuatan Program Aplikasi Akuntansi

- Kliklah kanan mouse satu kali, maka akan muncul kotak perintah seperti pada gambar 3.3 dan kliklah perintah Insert. Gambar 3.3
– Pada kotak dialog Insert pilih tab General dan kliklah icon Worksheet (gambar 3.4) secara ganda, maka akan bertambah satu sheet dan seterusnya. Gambar 3.4
– Untuk mengulangi perintah tersebut cukup dengan menekan Ctrl+Y
sehingga akan bertambah satu sheet dan seterusnya.
3.2.1Separator (Tanda Pemisah) Fungsi
Dalam pembuatan rumus fungsi Microsoft Excel kita akan mendapati tanda pemisah (separator). Separator ini dapat berupa “;” (titik koma), “,” (koma), “*” (bintang) dan sebagainya. Separator ini kadang-kadang berbeda-beda pada tiap-tiap komputer yang menggunakan windows sebagai sistem operasi. Hal ini tergantung pada setting separatornya. Jika suatu komputer menggunakan setting separator berupa “;” (titik koma), maka rumus fungsi yang akan kita buat haruslah menggunakan tanda pemisah “;”, jika tidak maka komputer akan menolak dan rumus fungsi akan tetap dalam keadaan untuk diedit.

Lebih lengkap : http://xclmedia.net/program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel-hal-39.pdf

Sumber :
http://xclmedia.net/membuat-program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel.html
http://xclmedia.net/persiapan-sebelum-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

Halaman Dua Puluh Delapan – Persiapan Sebelum Pembuatan Program Aplikasi Akuntansi

Disamping itu, pengetahuan kita juga harus ditunjang dengan mempelajari dan memahami fungsi-fungsi (formula) Microsoft Excel. Fungsi-fungsi (formula) Microsoft Excel tersebut merupakan perangkat yang akan digunakan untuk mendukung proses pengolahan data akuntansi. Kita harus mengetahui bagaimana cara mengaplikasikan fungsi-fungsi tersebut, maksud dan tujuan pengaplikasian fungsi-fungsi tersebut serta dapat mengembangkan penggunaan fungsi-fungsi tersebut secara lebih luas. Dua unsur di atas mutlak kita ketahui terlebih dulu karena dengan memahami fungsi-fungsi (formula) Microsoft Excel dapat membantu kita untuk merancang pembuatan fungsi-fungsi program aplikasi akuntansi secara lebih efektif yang berperan dapat melakukan proses pengolahan data akuntansi. Sebaliknya dengan memahami Siklus Akuntansi dapat membantu kita mengarahkan pembuatan fungsi-fungsi program aplikasi akuntansi untuk menghasilkan fungsi-fungsi yang dapat melaksanakan proses pengolahan data akuntansi sebagaimana proses siklus pengolahan data akuntansi. Pemahaman kedua unsur tersebut di atas dapat merupakan suatu titik temu dalam merancang sebuah program aplikasi akuntansi sehingga akan menghasilkan suatu perancangan program aplikasi akuntansi yang benar-benar optimal.
3.1 Instalasi Program Microsoft Excel Untuk membuat program aplikasi akuntansi ini pastikan bahwa pada komputer yang akan Anda gunakan telah terpasang program Microsoft Excel. Tentunya tidak heran lagi Microsoft Excel merupakan program umum yang sudah dikenal luas sehingga biasanya tiap-tiap komputer sudah terpasang program
Microsoft Excel. Instalasikan program Microsoft Excel 97 atau 2000 dengan sistem Windows 95 atau di atasnya. Untuk membuat program aplikasi akuntansi pada Microsoft Excel dengan tingkat penggunaan fungsi (formula) yang cukup tinggi dan dapat mengoperasikannya secara optimal, minimal dibutuhkan komputer PC dengan processor Pentium (atau ekuivalen) dengan kecepatan 100 MHZ atau lebih dan RAM 16 MB.

Lebih lengkap : http://xclmedia.net/program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel-hal-28.pdf

Sumber :
http://xclmedia.net/membuat-program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel.html
http://xclmedia.net/persiapan-sebelum-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

Halaman Dua Puluh Tujuh – Persiapan Sebelum Pembuatan Program Aplikasi Akuntansi

Pemahaman tentang Siklus Akuntansi dan Fungsi (Formula) Microsoft Excel
Dalam merancang program aplikasi akuntansi ini kita harus mempelajari
dan memahami tentang Siklus Akuntansi. Siklus Akuntansi merupakan
sebuah siklus pengolahan data akuntansi yang dimulai dari pencatatan
transaksi ke dalam Jurnal, kemudian diposting ke Buku Besar, selanjutnya dibuat Laporan Keuangan. Pengetahuan tentang Siklus Akuntansi bukan sekedar memahami tentang sebuah bagan yang menunjukan tahapan-tahapan Siklus Akuntansi. Akan tetapi, suatu pengetahuan yang lebih luas, dimana kita dapat memahami tahapan-tahapan Siklus Akuntansi dan dapat mengimplementasikannya ke dalam sebuah praktek akuntansi secara manual.
Pengetahuan tentang Siklus Akuntansi dapat dipahami dengan mempelajari dasar-dasar akuntansi. Dasar-dasar akuntansi akan memberikan gambaran teori maupun praktek bagaimana mengolah data akuntansi menjadi laporan keuangan melalui tahapan-tahapan tertentu. Dengan mempelajari dasar-dasar akuntansi diharapkan dapat memahami siklus pengolahan data akuntansi dan dapat mempraktekannya ke dalam sebuah praktek akuntansi. Terlebih lagi praktek akuntansi tersebut akan diaplikasikan ke dalam sistem yang berbasis komputer

Lebih lengkap : http://xclmedia.net/program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel-hal-27.pdf

Sumber :
http://xclmedia.net/membuat-program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel.html
http://xclmedia.net/persiapan-sebelum-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

Halaman Tujuh Belas – Fungsi-Fungsi dan Menu-Menu Pembuatan Program

1.3.4  Menu Data u Filter u Auto Filter
Menu ini digunakan untuk membuat filter (penyaring) data pada suatu tabel,
Pembahasan tentang filter ini dapat kita lihat pada pembahasan sebelumnya
tentang fungsi SUBTOTAL yang terkait dengan hasil dari suatu filter.
Menu-menu dan perintah-perintah Microsoft Excel lainnya seperti format garis
(pembuatan garis tabel), bentuk tanggal (pada kolom tanggal), bentuk angka,
perataan isi sel (left, center, right) dan sebagainya yang digunakan dalam
pembuatan format-format program aplikasi akuntansi ini tidak perlu penulis
jelaskan karena disamping akan memperbanyak pembahasan buku ini, juga
perintah-perintah tersebut tidak mempunyai peran yang terlalu penting dalam
pembuatan format program aplikasi akuntansi ini. Perintah-perintah tersebut
merupakan perintah-perintah dasar yang sudah tentu harus difahami dengan
sendirinya oleh setiap pengguna Microsoft Excel.

Lebih lengkap :  http://xclmedia.net/program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel-hal-17.pdf

Sumber :
http://xclmedia.net/membuat-program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel.html
http://xclmedia.net/fungsi-menu-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

Halaman Empat Belas – Fungsi-Fungsi dan Menu-Menu Pembuatan Program

telah dibuat akan diperbanyak, maka untuk memperbanyak cukup di-copy-
kan saja dengan cara copy-an biasa, yaitu menggunakan menu Edit u Copy
dan menu Edit u Paste atau menggunakan tombol Ctrl+C dan Ctrl+V atau
dapat pula menggunakan toolbar Copy    dan Paste   .
1.3.2  Menu Format u Sheet u Rename
Menu ini digunakan untuk mengganti nama sheet. Anda klik menu Format u
Sheet u Rename, maka posisi kursor akan berpindah pada edit nama sheet
 . Dalam pembahasan buku ini kita akan mengganti setiap
sheet dengan nama-nama lembar kerja yang kita perlukan dalam pembuatan
program aplikasi Akuntansi.
Cara lain untuk mengganti nama sheet dapat pula kita lakukan dengan cara
berikut :
- Letakkan kursor pada field nama sheet.

Lebih lengkap :  http://xclmedia.net/program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel-hal-14.pdf

Sumber :
http://xclmedia.net/membuat-program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel.html
http://xclmedia.net/fungsi-menu-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

Halaman Dua Belas – Fungsi-Fungsi dan Menu-Menu Pembuatan Program

1.2 Rumus Fungsi antar Sheet
Pembuatan rumus fungsi  yang berada satu sheet dengan range (sumber)
datanya pada dasarnya isi formulanya sama dengan pembuatan rumus fungsi
yang berbeda sheet dengan range (sumber) datanya.Sebagai contoh per-
hatikan rumus-rumus fungsi berikut :
1. Dalam satu sheet : =SUM(A1:A4)
Berbeda sheet : =SUM(Sheet1!A1:A4)
2. Dalam satu sheet : =SUMIF(A1:A5;”A”;B1:B 5)
Berbeda sheet : =SUMIF(Sheet!A1:A5;”A”;Sheet!B1:B 5)
Perbedaan isi formula dipengaruhi perbedaan sheet sumber data sehingga
apabila sheet sumber data berbeda dengan sheet penulisan fungsi, maka
pada rumus fungsi akan menambahkan keterangan sheet sumber data dimana
data tersebut berada. Akan tetapi, maksud dan tujuan dari rumus fungsi
tersebut adalah sama
Dalam pembuatan rumus fungsi, baik sumber data berada dalam satu sheet
maupun berbeda sheet dengan rumus fungsi, Anda perlu melakukan trik-trik
berikut agar pembuatan rumus fungsi bisa lebih cepat & efektif daripada Anda
menuliskan isi rumus fungsi secara manual yang dapat mengakibatkan
kelambatan dan kesalahan, terlebih rumus fungsi antar sheet yang bisa cukup
panjang isi formulanya. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan trik-trik berikut,
misal untuk menuliskan rumus fungsi  =SUM(A1:A4)  atau
=SUM(Sheet1!A1:A4) trik-trik yang perlu Anda lakukan :
1. Ketiklah rumus fungsi SUM pada suatu sheet (misal sheet1) seperti berikut
=SUM(
2. Kemudian arahkan kursor ke range sumber data misal range A1:A4
- Jika range sumber data dalam satu sheet dengan rumus fungsi, maka
secara otomatis rumus fungsi akan menuliskan  =SUM(A1:A4  (lihat
gambar 1.16)
- Jika range sumber data berbeda sheet dengan rumus fungsi (misal
sumber data pada sheet2), maka secara otomatis rumus fungsi akan
menuliskan  =SUM(sheet2!A1:A4  (lihat gambar 1.17)
Saat kursor Anda arahkan ke range sumber data, kursor berubah menjadi

Lebih lengkap :  http://xclmedia.net/program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel-hal-12.pdf

Sumber :
http://xclmedia.net/membuat-program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel.html
http://xclmedia.net/fungsi-menu-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

Halaman Sepuluh- Fungsi-Fungsi dan Menu-Menu Pembuatan Program

1.1.5  Fungsi VLOOKUP
Fungsi VLOOKUP adalah fungsi yang digunakan untuk mencari data yang
cocok dan sesuai dengan kolom paling kiri atau paling awal dari suatu range
atau database, yang selanjutnya akan menampilkan isi field dari kolom yang
kita sebutkan. Bentuk penulisan fungsi VLOOKUP adalah :
= VLOOKUP(Field_kunci;Tabel array;Nomor kolom;Tingkat
ketepatan)
Field kunci : adalah nilai yang dijadikan patokan dalam pencarian
dan nilai tersebut harus dijadikan kolom paling awal
dalam suatu range tabel array.
Tabel array : adalah range yang memuat data-data yang akan dicari
dengan lookup dan field kunci termasuk dalam range
tabel array dengan urutan sebagai kolom paling kiri.
Nomor kolom : adalah nomor kolom dimana data yang ingin ditampilkan

Lebih lengkap :  http://xclmedia.net/program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel-hal-10.pdf

Sumber :
http://xclmedia.net/membuat-program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel.html
http://xclmedia.net/fungsi-menu-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

Halaman Delapan – Fungsi-Fungsi dan Menu-Menu Pembuatan Program

Fungsi_number adalah bilangan 1 hingga 11 yang menyatakan fungsi
mana yang akan digunakan pada operasi fungsi SUBTOTAL. Fungsi num-
ber tersebut adalah :
Nomor Fungsi Fungsi
1 AVERAGE
2 COUNT
3 COUNTA
4 MAX
5 MIN
6 PRODUCT
7 STDEV
8 STDEVP
9 SUM
 10 VAR
11 VARP
Dalam pembahasan buku ini kita akan menggunakan fungsi SUBTOTAL
yang menggunakan nomor fungsi SUM (9) yang akan kita hubungkan
dengan hasil dari suatu filter.

Lebih lengkap :  http://xclmedia.net/program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel-hal-8.pdf

Sumber :
http://xclmedia.net/membuat-program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel.html
http://xclmedia.net/fungsi-menu-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

Halaman Tujuh – Fungsi-Fungsi dan Menu-Menu Pembuatan Program

Dengan mengambil contoh di atas, fungsi SUMIF dapat kita kembangkan
lagi dimana sumber data tersebut berada pada sheet lain sehingga bentuk
penulisan rumus fungsinya seperti pada gambar 1.9.
Fungsi SUMIF merupakan fungsi yang cukup banyak digunakan dalam
pembuatan rumus-rumus fungsi pada program aplikasi akuntansi nantinya.
Penggunaan fungsi ini mempunyai peran penting dalam proses pengolahan
data melalui program aplikasi akuntansi ini, yaitu berfungsi untuk melakukan
klasifikasi dan penjumlahan data-data angka pada range data (jurnal-jurnal)
ke dalam kriteria Akun-akun.

Lebih lengkap :  http://xclmedia.net/program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel-hal-7.pdf

Sumber :
http://xclmedia.net/membuat-program-aplikasi-akuntansi-dengan-microsoft-excel.html
http://xclmedia.net/fungsi-menu-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

Halaman Empat – Fungsi-Fungsi dan Menu-Menu Pembuatan Program

Membuat Program Akuntansi Excel
BAB 1 – FUNGSI-FUNGSI DAN MENU-MENU PEMBUATAN PROGRAM APLIKASI AKUNTANSI

Contoh lain lagi, jika Nilai Ujian Kimia < “59” dan Nilai Ujian Fisika > “59”, maka “Lulus”, jika Nilai Ujian Kimia > “59” dan Nilai Ujian Fisika > “59”, maka “Lulus”, jika tidak maka “Tidak Lulus”. Berdasarkan contoh tersebut dapat kita buat menjadi sebuah rumus fungsi sebagai berikut :

=IF(AND(Kimia<59;Fisika > 59);”Lulus”;IF(AND(Kimia>59;Fisika >59);”Lulus”;”Tidak Lulus”))

Fungsi di atas menunjukkan persyaratan (IF) akan dipenuhi melalui dua ketentuan (AND) yang harus dipenuhi kedua-duanya, maka akan memberikan jawaban “:Lulus”. Jika persyaratan (IF) dua ketentuan (AND) tersebut tidak
ada, maka akan memberikan jawaban “Tidak Lulus”.

Lebih lengkap : http://xclmedia.net/fungsi-menu-pembuatan-program-aplikasi-akuntansi.html

software program komputer aplikasi akuntansi excel software program komputer aplikasi general ledger excel software program komputer aplikasi piutang excel software program komputer aplikasi general ledger excel software program komputer aplikasi penyusutan aktiva excel software program komputer aplikasi stok excel Software Program Komputer Aplikasi Laporan Keuangan Sekolah Excel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.